Tampilkan postingan dengan label 4. Price. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4. Price. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Oktober 2010

4. TDL Naik, Pengusaha Janji Tak Naikkan Harga Produk

 Jumat, 11/06/2010 17:34 WIB

Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta semua anggotanya untuk tidak menaikkan harga produknya pada saat kenaikan tarif listrik diberlakukan.

Komitmen ini bisa dilakukan para anggota Apindo jika kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1 Juli 2010 dibarengi dengan pencabutan tarif-tarif lain seperti multi guna, daya max, tarif harga listrik b to b dan lain-lain.

"Kita akan meminta kepada pengusaha untuk tidak boleh menaikan harga," kata Sekjen Apindo Suryadi Sasmita di kantornya, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/6/2010).

Suryadi menjelaskan, jika tarif plus-plus dihapuskan maka sebenarnya TDL yang akan diberlakukan pada Juli nanti bagi sektor industri relatif kurang lebih sama dengan TDL yang sudah berlaku saat ini.

Hal ini karena beban-beban tarif listrik daya max, tarif multiguna, dan tarif-tarif yang terbentuk karena kesepakatan b to b kurang lebih sama dengan beban kenaikan TDL Juli nanti.

"Jadi kalau tarif multiguna dan sebagainya dicabut, mereka sebenarnya tidak ada kenaikan," katanya.

Dengan demikian ia benar-benar meminta komitmen pemerintah untuk mencabut tarif plus-plus tersebut pada saat kenaikan TDL nanti.

Berdasarkan bahan kementerian ESDM disebutkan bahwa rencana kenaikan TDL 10 persen mencakup yaitu:


  • Pelanggan 450 VA sampai 900 VA opsi pertama tak naik, sedangkan opsi kedua naik 5 persen.
  • Pelanggan 6.600 VA ke atas (R,B,P) dengan batas hemat 30 persen, opsi pertama tak naik, opsi kedua tak naik.
  • Pelanggan rumah tangga (R) opsi pertama naik 18 persen opsi kedua naik 15 persen.
  • Pelanggan bisnis (B) opsi pertama naik 12-16 persen, opsi kedua naik 12-15 persen.
  • Pelanggan industri (I) opsi pertama naik 6-15 persen dan opsi kedua naik 6-13 persen.
Sementara itu perhitungan TDL dengan biaya pokok (BPP) masing pelanggan PLN berdasarkan kategori yaitu industri besar TDL-nya Rp 529 per Kwh padahal harga BPP plus margin 8% mencapai Rp 775 per Kwh.

Untuk bisnis besar TDLnya Rp 811 per Kwh, industri menengah TDL-nya sebesar Rp 615 per Kwh dan lain-lain.

(hen/dnl)

http://www.detikfinance.com/read/2010/06/11/173413/1376553/4/tdl-naik-pengusaha-janji-tak-naikkan-harga-produk 

5. Harga Produk Holtikultura Karo Melonjak

KABANJAHE, KOMPAS.com - Harga sayur-sayuran di sentra komoditas hortikultura Kabupaten Karo, Sumatera Utara membubung naik dalam satu bulan terakhir. Kenaikan harga terutama terjadi untuk komoditas kol, sawi putih dan cabai merah akibat relatif langkanya pasokan. Sementara permintaan produk holtikultura dari dataran tinggi Karo di luar negeri juga meningkat.
Menurut salah seorang eksportir sayur dari Berastagi Reman Barus yang ditemui Kompas, Kamis (17/6/2010) mengungkapkan, sebulan terakhir petani di dataran tinggi Karo relatif enggan menanam kol dan sawi putih, setelah harganya jatuh. Di sisi lain, permintaan akan kol dan sawi putih dari Malaysia, Singapura dan Taiwan terus meningkat. Akibatnya harga kol dan sawi putih ikut naik. "Tadinya sempat harga kol menyentuh Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per kilogram, sekarang harga kol sudah meningkat hingga Rp 3.000 per kilogram," ujar Reman.
Reman mengatakan, sebenarnya permintaan sayuran dari Berastagi ke luar negeri sama besar dengan permintaan pasar dalam negeri. Terlebih menurut Reman, permintaan produk holtikultura seperti kol dan sawi putih dari Taiwan akan mengalami lonjakan pada bulan Juli hingga September. "Di Taiwan pada bulan-bulan tersebut biasa terjadi badai sehingga mereka pun mengalami kelangkaan produk holtikultura seperti sawi putih dan kol," katanya.
Dengan kondisi pasokan dari petani yang langka, sementara permintaan dari luar negeri dan dalam negeri sama, harga diperkirakan tetap akan naik. "Kalau di Karo sini biasa, kalau harga satu komoditas turun, petani pun enggan menanam komoditas tersebut,"ujarnya.
Salah seorang pengepul sayur di Desa Simpang Sinaman, Kecamatan Tiga Tanah, Kabupaten Karo, Indra Tarigan mengutarakan, saat ini pasokan sayur terutama jenis cabai merah dari para petani di wilayah Kabupaten Karo sangat kurang. Ia mengatakan, harga satu kilogram cabai merah saat ini mencapai Rp 25.000 per kilogram. "Bulan kemarin masih Rp 12.000 per kilogram," kata Indra.
Menurut Indra akibat harga cabai merah yang naik lebih dua kali lipat dalam periode satu bulan itu sebagian pedagang dan pengepul terpaksa mendatangkan komoditas itu dari Pulau Jawa. Setelah diantar ke Berastagi, komoditas itu lantas dikirim ke sejumlah daerah di Sumatera, di antaranya ke wilayah Sumatera Barat.
"Ya, cabai-cabai itu dikirim dari beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti dari Muntilan, kata Indra. 
Indra menambahkan, kenaikan harga cabai merah bahkan pernah mencapai Rp 40.000 pada tahun 2005 lalu. "Ya, saat itu bahkan cabai merah dari Manado pun sampai disini," katanya.
Sementara itu, Johannes Sitepu, salah seorang pedagang sayur yang ditemui di Desa Guru Singa, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, mengatakan kenaikan harga sayur di pasar-pasar ibu kota sangat dipengaruhi pasokan sayur dari daerah lain. Johannes adalah salah seorang pemasok sayur ke Pasar Kramatjati, Jakarta dan Cibitung, Bekasi.

http://regional.kompas.com/read/2010/06/17/19273999/Harga.Produk.Holtikultura.Karo.Melonjak

3. Harga Daging Ayam di Bandung Melonjak

Republika OnLine 

Jumat, 03 September 2010, 13:09 WIB

Smaller  Reset  Larger
Harga Daging Ayam di Bandung Melonjak
Ayam potong
REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Sepekan sebelum lebaran, harga sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat makin melonjak. Salah satunya, harga daging ayam di pasaran yang kini mencapai Rp 29.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan di Pasar Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, harga daging ayam sebelumnya berkisar antara Rp 26.000 hingga Rp 27.000 per kilogram. Namun mendekati hari raya Idul Fitri, harga daging ayam terus melambung tinggi. ''Setiap hari harga daging ayam naik antara Rp 500 sampai Rp 600 per kilogramnya,'' ungkap salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Sayati, Eman S
(55 tahun).

Kenaikan tersebut disebabkan harga dari tingkat produsen mengalami peningkatan dibandingkan biasanya. Harga daging ayam, lanjut Eman, kemungkinan besar akan terus mengalami kenaikan hingga hari raya nanti. Bahkan, harganya bisa menembus Rp 35.000 per kilogram. Eman mengungkapkan, naiknya harga daging ayam berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah pembelian. Kondisi tersebut jauh berbeda dengan keadaan lebaran tahun 2009.

Di mana pembelian daging ayam tetap tinggi, meskipun harga naik dibandingkan kondisi normal. Akibatnya, keuntungan dari penjualan daging ayam berkurang. Selain daging ayam, harga sejumlah sayuran juga mengalami kenaikan. Misalnya, harga kentang yang awalnya Rp 5.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 8.000 per kilogram.
Red: Budi Raharjo
Rep: Riga Nurul Iman

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/09/03/133370-harga-daging-ayam-di-bandung-melonjak

2. Harga Produk Tekstil Naik

Ahad, 26 September 2010, 20:15 WIB

Smaller  Reset  Larger
Harga Produk Tekstil Naik
Industri tekstil, ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan, kenaikan harga kapas dunia akan meningkatkan harga jual produk tekstil hingga 15 persen.

Ketua umum API, Ade Sudrajat mengatakan, walau kapas termasuk komoditas yang diperdagangkan secara berjangka, produsen tetap harus menaikkan harga produk akhirnya saat ini agar bisa membeli bahan baku yang harganya sudah naik.

Ade menghitung, kenaikan harga kapas saat ini sebesar 60 persen akan menaikkan harga di produk akhirnya sekitar 15 persen. "Ini pasti langsung naik," katanya kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Hanya saja, kata Ade, dampak kenaikan harga ini belum dapat terlihat ke permintaan ekspor. Karena, perjanjian ekspor saat ini disepakati sejak tiga bulan yang lalu saat belum ada sinyal kenaikan harga kapas.

Karena itu, dia berharap fluktuasi harga ini hanya sementara akibat perubahan iklim global yang menyebabkan kegagalan panen di negara penghasil kapas seperti Cina dan Pakistan. Padahal, permintaan kapas dikontrol Cina yang menjadi produsen besar turunan kapas.

Ade menyayangkan kenaikan harga kapas ini karena mengganggu tren peningkatan daya beli masyarakat. Alhasil, pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil yang sempat menanjak kini jadi agak melandai. "Yang paling diwaspadai adalah inflasi. Karena ini baru kenaikan harga satu komoditi kapas," katanya.
Red: Budi Raharjo
Rep: Shally Pristine

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/10/09/26/136615-harga-produk-tekstil-naik

1. Cara Strategi Menentukan Harga Produk Barang Dan Jasa - Manajemen Pemasaran

Ketika suatu perusahaan telah menetapkan harga dasar dari suatu produk barang atau jasa maka perusahaan dapat menentukan strategi harga dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga kompetitor, tujuan perusahaan dan daur hidup produk. Strategi tersebut dapat digunakan untuk produk yang baru maupun yang lama sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Berikut ini merupakan berbagai pilihan teknik / strategi penentuan harga :
A. Stretegi Penentuan Harga Pada Produk Baru
1. Skimming Price
Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh handphone nokia, laptop, komputer, dan lain sebagainya.
2. Penetration Price / Harga Penetrasi
Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan operator baru three / 3, mie selera rakyat, so klin MB, dan lain-lain.
B. Stretegi Penentuan Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen
1. Prestige Pricing / Harga Prestis
Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan specialty. Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni versace, prada, vertu, dan lain sebagainya.
2. Odd Pricing / Harga Ganjil
Strategi harga odd price adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Contoh : Barang yang tadinya dihargai Rp. 100.000,- diubah menjadi Rp. 99.990,- di mana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih murah daripada Rp. 100.000,-.
3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat
Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Contoh : Jika harga sebuah sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp. 1.500,- maka konsumen cukup membayar Rp. 1.ooo,- perbungkus jika membeli satu dus isi 40 bungkus indomie.
4. Price Lining / Harga Lini
Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan harga standar untuk konsumen bioskop jenis standard dan mengenakan harga yang lebih mahal pada konsumen bioskop 21 jenis premier.
5. Leader Pricing / Pemimpin Harga
Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar / harga normal untuk meningkatkan omset penjualan / pembeli. Contoh : biasanya ritel jenis hipermarket memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga normal.
C. Stretegi Penentuan Harga Diskon / Potongan Harga
Strategi harga diskon pada penjual adalah strategi dengan memberikan potongan harga dari harga yang duah ditetapkan demi meningkatkan penjualan suatu produk barang atau jasa. Diskon dapat diberikan pada umum dalam bentuk diskon kuantitas, diskon pembayaran tunai / cash, trade discount. Contoh : Bila membeli
D. Stretegi Penentuan Harga Kompetitif
1. Relative Pricing / Harga Relatif
Strategi harga relative price adalah menentukan harga di atas, di bawah atau sama dengan tingkat harga persaingan di mana gerakan harganya mengikuti gerakan pesaing.
2. Follow The Leader Pricing
Strategi harga follow the leader price adalah penetapan harga produk baik barang maupun jasa diserahkan para pimpinan pasar / penimpin pasar dan tidak menetapkan harga sendiri.

http://organisasi.org/cara-strategi-menentukan-harga-produk-barang-dan-jasa-manajemen-pemasaran